Sejarah

Berawal dari beberapa da’i di Solo (Surakarta) yang prihatin dengan keadaan mayoritas kaum muslim di Solo dan sekitarnya yang secara kwantitas cukup, akan tetapi jika kita melihat kenyataan kualitas pendidikan dan pemahamannya terhadap Islam sangat memprihatinkan. Jangankan kepada tingkat pemahaman yang standar (menurut memahaman salafush sholeh) dalam bidang manhaj seperti aqidah, ibadah dll, bahkan dalam hal yang sederhana dan mendasar, seperti membaca al-Qur’an, masih banyak di antara mereka yang belum bisa membacanya.

Demikian pula dari segi sosial, keadaan mayoritas umat Islam di Solo ternyata juga sangat memprihatinkan. Banyak di antara mereka melakukan hal-hal yang tidak terpuji, seperti mabuk-mabukkan, berjudi, dan perbuatan-perbuatan maksiat lainnya.

Lebih parah lagi dari segi ekonomi, kita temukan banyak dari umat Islam yang hanya bisa menjadi orang pinggiran atau menempati rumah-rumah kumuh. Mayoritas mereka hanya jadi tukang parkir, buruh, tukang becak, pedagang-pedagang kecil, menggumpulkan rosok, dll.

Berawal dari sini, kami memulai memikirkan bagaimana bisa berkontribusi dalam mengurai permasalahan-permasalahan umat Islam tersebut, terutama di Solo dan sekitarnya. Oleh karena itu, pada tahun 1996 M. kami mendirikan Yayasan Pusat Studi Al-Qur’an dan Ilmu Bahasa Arab, atau biasa disingkat dengan nama “Yayasan PUSQIBA” Suakarta, sebagai yayasan non profit yang bergerak di bidang dakwah, sosial dan ekonomi.

Share artikel ini: