Mengenal Isim, Fi’il dan Harf dalam Bahasa Arab

Kalam atau kosa-kata dalam bahasa Arab dibedakan menjadi tiga macam. Yaitu, isim, fi’il dan Harf.

  1. Isim = اسم = Kata Benda
    Yang berarti:

كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلَى مَعْنًا فِى نَفْسِهَا وَلَمْ تَقْتَرِنْ بِزَمَانٍ وَضْعًا

“Suatu kalimat yang menunjukan arti pada dirinya dengan tidak membutuhkan waktu pada nyatanya.” Karenanya, jika mengartikan kalimah isim tidak perlu pakai kaitan waktu, contohnya: زيد قائم = Jaid berdiri.

  1. Fi’il = فعل = Kata Kerja

Yang berarti:

كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلَى مَعْنًا فِى نَفْسِهَا وَاقْتَرَنَت بِزَمَانٍ وَضْعًا

“Suatu kalimat yang menunjukan arti pada dirinya dengan membutuhkan waktu pada nyatanya.” Sehingga jika mengartikan kalimah fi’il harus pakai kaitan waktu, contohnya: جاء زيد = Jaid telah datang/ telah datang Jaid. Jika mengartikannya ke bahasa Indonesia mesti dipahami ejaan berbeda antara MD (Menerangkan Diterangkan) dan DM (Diterangkan Menerangkan), agar dia lebih tepat dalam mengartikannya. Disamping itu, kita lebih tahu dia pakai ilmu nahwu atau tidaknya.

  1. Huruf = حرف

Yang berarti:

كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلَى مَعْنًا فِى غَيْرِهَا وَلَمْ تَقْتَرِنْ بِزَمَانً وَضْعًا

“Suatu kalimat yang menunjukan arti pada yang lainnya (jika disatukan dengan yang lain) dan tidak dibarengi waktu pada nyatanya.” Dan hurup bisa ada arti jika disatukan dengan kalimah isim atau fi’il, contoh huruf:
مِنْ,إِلََى,عَنْ,عَلَى,فِى,رُبَّ,بِ,كَ,لِ,وَ,بِ,تَ. Tentunya semua huruf ini tidak bisa berdiri sendiri tanpa ada sandaran ke kalimat isim atau fi’il. (pusqiba.org)

Share artikel ini: